Tampilkan postingan dengan label akhlaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhlaq. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2018

TAWAKAL SAJA


*Berserah diri pada Alloh*

Seringkali kita mendengar perkataan menyejukkan dari seseorang saat dalam keadaan terpuruk, terkena musibah atau tengah menghadapi ujian sekolah ataupun ujian kehidupan itu sendiri, dengan istilah “Bertawakal-lah kepada Alloh atas apapun yang terjadi..”

Sepertinya kata-kata itu memang mudah diucapkan, namun bagi yang mengalami kejadian kurang menyenangkan, musibah ataupun peristiwa yang sangat menakutkan dalam kehidupan, untuk menerima sesuatu hal yang menimpa dengan memasrahkan diri hanya kepada Alloh bukanlah perkara mudah.

Yang sering terjadi adalah banyak dari manusia malah berkeluh kesah, menyalahkan keadaan yang menimpa dirinya pada orang lain, bahkan pada Alloh. Kemarahan, kekecewaan, kesedihan yang bertumpuk-tumpuk itulah jika tidak diurai dengan baik akan menjadikan depresi jika manusia menjauh dari PenciptaNya.

Bertawakal, atau berserah diri pada Alloh itu sebenarnya bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Jika manusia terus belajar mengasah dan menempa kehidupannya hanya selalu menghamba pada Pemilik Kehidupan, tingkat kepasrahan dengan yang maha memiliki Kehidupan mengalir begitu saja.

Ini berarti apa? Tawakal itu bisa dibentuk oleh seorang hamba, jika ia sudah belajar untuk beribadah dengan lebih baik pada Alloh, belajar untuk ikhlas dan belajar untuk bersabar dalam setiap langkah kehidupan.

Berbaik sangka kepada Alloh dan sekitarnya adalah hal yang paling mendasar untuk seorang muslim. Jika setiap permasalahan ia terbiasa berburuk sangka pada orang lain, terlebih Alloh, maka dalam kehidupannya ia tidak akan pernah tenang.

Dengan berserah diri kepada Alloh, mempunyai filosofi jika manusia itu mewakilkan, seperti kata “tawakal” diambil dari kata wakala yang berarti wakil dan mewakilkan apapun yang terjadi dan mempercayakan semua itu hanya kepada Alloh semata.

“Barang siapa bertawakal kepada Alloh, ketahuilah bahwa Alloh Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS al-Anfal [8]: 49).

Dengan cara memasrahkan kejadian yang menimpa baik kejadian positif, menyenangkan ataupun buruk dan memilukan adalah kehendak Alloh semata.

Jangankan kejadian Gempa bumi, gunung meletus, kecelakaan, gagal dalam ujian, bangkrut atau banyak lagi yang lainnya merupakan kehendak Alloh, bahkan hal yang paling kecil sekalipun, semisal daun yang gugur adalah atas pengetahuan Alloh!

“…dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)….” (al-An’aam: 59).

Berbagai manfaat positif yang bisa dipetik saat seseorang memasrahkan segala sesuatunya hanya pada Alloh, yakni selain hati menjadi tenang, tidak khawatir atas apapun yang menimpa, menghilangkan kecemasan yang berlebihan, keraguan yang membelenggu dan berupaya menjalani kehidupan dalam jalurNya.

Hal lainnya yang cukup membuat lega perasaan saat kita hanya bertawakal hanya pada Alloh adalah menjaga ritme perasaan, saat mendapat rezeki atau kemenangan, manusia tidak akan merasa senang yang membuncah, pun saat mendapat kemalangan atau kesedihan yang mendalam, ia tidak terlalu larut dan segera bangkit dari keperpurukan.

Apapun yang terjadi atas kehendak Alloh, anak, jabatan, harta benda,ketenaran hanya semata-mata milik Alloh. Jika Dia berkendak untuk mengambil, tidak ada yang menghalangi.

Jika Dia berkenan untuk menambah, maka tak ada satupun yang bisa merintangi atau menutupi.

Yakinlah, segala rencana Alloh lebih baik dari segala rencana yang disusun manusia. Jika ada hal yang tidak sesuai dengan perkiraan, hitungan atau diluar kendali sebaiknya pasrahkan dan serahkan pada Alloh.

Hingga akhirnya tujuan hidup kita jelas, dapat mengambil keputusan dengan lebih baik lagi dan jauh dari kata putus asa apalagi depresi.
“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (Ghafir: 44).

Akhirnya, saat orang berserah diri, maka hati menjadi tenang. Seperti Sabda Rasululloh SAW.

Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda kepada dua orang, “Serahkan urusan kalian berdua kepada Alloh Azza wa jalla, agar kalian merasa tenang.”

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Kamis, 08 Februari 2018

Cara Menghadapi Orang yang Sombong


Menghadapi orang sombong

Sombong adalah sifat yang paling dibenci masyarakat. 
Cara menghadapi orang sombong antara yang satu dengan satunya sedikit berbeda tergantung dari kadar kesombongannya. Biasanya orang yang mendengarkan orang lain sedang memamerkan yang dimiliki akan menjadi iri, cemburu, bete, kesal, dan lainnya.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Penasaran dengan cara menghadapi orang licik dan sombong?

Cara menghadapi orang sombong jangan sampai kita berkata kata buruk sampai menjelek jelekkannya, memang perbuatannya salah tapi jika kita ikut mengeluarkan kata kata yang buruk berarti sama aja antara dia & diri kita. 
Ini 5 jurus ampuh cara menghadapi orang licik dan sombong,

1. Beri Dia Senyum Manis

Siapa sih yang gak suka kalau diberi senyuman?? Yaa memang memberi senyum bisa jadi cara menghadapi orang sombong menurut Islam. Senyum adalah sedekah yang paling mudah. Setiap orang bisa senyum dengan sempurna, dari senyum pun orang yang marah bisa jadi tenang.

Ketika ada yang menyombongkan dirinya beri saja dia senyum, senyum yang ikhlas. Ketika dia panjang lebar berbicara dan kita hanya senyum saja maka dia akan merasa malu dan bingung dengan sikap kita.

Orang yang sombong terkadang niatnya membuat kita kesal, tapi kalau kita senyum dia akan merasa kalah. Saudara dan sahabatku, ternyata sombong adalah sifat tercela dan akan terancam dengan siksa neraja yg menyedihkan.

2. Cuek Dengan Perkataannya

Cuek bisa jadi jurus ampuh cara menghadapi orang sombong. Seperti tidak ada yang kita dengar dan menganggap kehadirannya adalah tidak ada. Sepertinya sederhana tapi ini akan sangat mengena bagi si orang sombong. Bukan niat hati menyakitinya tapi agar dia sadar bahwa yang dia omongkan itu kesombongan.

Anggap saja yang dibicarakan itu seperti angin lalu, bisa juga ditambah dengan meminimalisir pertemuan dengan orang tersebut. Menghadapi orang sombong memang sulit tapi mudah pula jika telaten menghadapinya. Kuncinya adalah sabar.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Alloh, supaya kalian beruntung.” 
(Ali Imran: 200)

3. Beri Dia Pujian yang Tinggi

Orang yang sombong berharap mendapat pengkauan dari lingkungannya, jadi berikan dia pujian yang tinggi sehingga dia akan puas dengan kesombongannya. Ketika dipuji orang yang sombong merasa dirinya dihargai dan diakui keberadaannya.

Tinggikan harga dirinya hingga dia nanti merasa tenang dan berubah menjadi rendah hati karena pujian yang diberikan. Pujian ini bisa jadi yang diharapkan oleh orang yg sombong, ketika yang diinginkan sudah tercapai maka dia akan berhenti untuk berbicara.

4. Santai dan Tidak Terbawa Emosi

Memang terkadang ketika menghadapi orang yang sombong diri ikut ikutan emosi dan tidak mampu mengendalikan diri. Cobalah untuk santai dan mendengar yang dia bicarakan, walaupun sudah tau kalau yang dibicarakan adalah kesombongannya.

Sabar mendengarkan dia berbicara, tapi misal sekiranya emosi sudah tidak tertahan lagi tinggalkan saja dia dengan alasan mau pergi ke suatu tempat. Karena dari pada kita menanggapi pembicaraannya dan salah berbicara bisa jadi kita yang terjerumus dalam dosa.

Menjaga emosi dan memaafkan orang yg sombong adalah sikap yang bijak saat menghadapi pembicaraan tentang kesombongannya.

5. Jangan Tersinggung dengan Perkataannya

Cara menghadapi orang licik dan sombong yang selanjutnya yaitu dengan menguatkan hati dan tidak menganggap apa apa dengan yang dia bicarakan. Omongan dia bukan menjadi masalah diri kita, jangan biarkan omongan yang dia bicarakan merusak mood dan hari menjadi terlihat gelap.

Jangan sampai marah karena dengan marah ketika menghadapi orang yang sombong hanya akan membuat diri menjadi buruk, jadi kelola emosi agar tetap stabil. Orang yang sombong akan lelah dengan kesombongannya kalau kita bersikap sabar, yaa karena tujuan dia sombong adalah membuat diri kita tersinggung dan sakit.

Semoga kita tdk menjadi org yg sombong

Hari jum'at hadir kembali mari membaca srt al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat dan sodaqoh.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin